Lompat ke konten

Artikel

Pindah dari Shopee ke website sendiri: apa yang berubah?

· 7 menit baca · ditulis Fiqhro Dedhen Supatmo

Jawaban singkatnya: jangan pindah. Tambah. Kalau kamu menutup lapak marketplace lalu berharap pembelinya ikut, kemungkinan besar mereka tidak ikut — dan itu bukan karena websitemu jelek.

Yang sebenarnya kamu bayar di marketplace

Komisi seller non-Mall di Tokopedia dan TikTok Shop berada di rentang 2,5%–12,2% tergantung kategori pada 2026; Shopee bisa mencapai sekitar 10% untuk seller reguler, ditambah biaya proses pesanan Rp 1.250 per transaksi. Sejak 18 Mei 2026 batas maksimum komisi per item di Tokopedia naik dari Rp 40.000 ke Rp 650.000.

Kenaikan batas itu penting dan mudah terlewat. Kalau daganganmu barang murah, hampir tidak terasa. Kalau kamu menjual barang bernilai jutaan — furnitur, elektronik, perhiasan, paket borongan — potongan per item bisa berlipat dibanding tahun lalu.

Tapi komisi bukan satu-satunya. Tiga hal berikut tidak muncul di laporan keuangan mana pun:

  • Data pembeli bukan milikmu. Nama, nomor, dan riwayat belanja ada di sistem mereka. Kamu tidak bisa menghubungi pelanggan lamamu sendiri.
  • Kamu dipajang di sebelah pesaing. Halaman produkmu punya kolom "produk serupa" yang isinya orang lain, seringkali lebih murah.
  • Aturan bisa berubah tanpa kamu diajak bicara. Struktur biaya seller berubah beberapa kali dalam setahun terakhir, dan tidak ada satu pun yang bisa kamu tolak.

Yang berubah kalau punya website sendiri

HalMarketplaceWebsite sendiri
Potongan per transaksi2,5%–12,2%Hanya MDR payment gateway
Data pembeliMilik platformMilikmu
Pesaing di halaman produkAdaTidak ada
Aturan mainBisa berubah sewaktu-waktuKamu yang tentukan
Dari mana pembeli datangPlatform mengirimkanKamu yang harus mendatangkan

Baris terakhir itu yang menentukan, dan itu satu-satunya baris di mana marketplace menang telak. Website tidak punya mesin pencari internal berisi jutaan pembeli yang sedang membuka dompet. Toko baru di internet adalah toko di jalan yang belum ada orangnya.

Siapa pun yang menjual website sambil menyiratkan pembeli akan datang sendiri sedang menjual sesuatu yang tidak bisa ia serahkan.

Lalu website ini buat siapa?

Website bekerja paling baik untuk trafik yang sudah kamu punya tapi belum bisa kamu tampung:

  • Pengikut Instagram/TikTok yang selama ini order lewat DM. Ini yang paling nyata. Mereka sudah mau beli; yang kurang cuma tempat menaruh keranjang. Setiap DM yang berubah jadi checkout adalah waktumu yang kembali.
  • Pelanggan yang sudah pernah beli. Mereka tidak perlu diyakinkan lagi. Kalau kamu punya nomornya, kamu punya jalan ke mereka tanpa membayar komisi lagi.
  • Pembeli grosir dan korporat. Perusahaan yang minta penawaran akan mencari websitemu untuk memastikan usahamu nyata. Link Shopee tidak memberi kesan yang sama.
  • Orang yang mencari brand-mu langsung di Google. Kalau namamu mulai dicari orang, hasil pertamanya sebaiknya milikmu.

Kapan angkanya mulai masuk akal

Pakai omzetmu sendiri, bukan omzet contoh. Rumusnya sederhana: berapa bagian penjualanmu yang sebenarnya datang dari orang yang sudah mengenalmu — DM, repeat order, japri WhatsApp — dan bukan dari pencarian di dalam marketplace?

Kalau jawabannya di atas sepertiga, penjualan itu selama ini kena komisi padahal marketplace tidak membawakan pembelinya. Omzet Rp 20 juta/bulan dengan sepertiga dari kenalan sendiri, pada komisi 8%, berarti sekitar Rp 530 ribu sebulan — Rp 6,4 juta setahun — dibayar untuk pembeli yang datang atas namamu.

Kalau jawabannya hampir nol dan semua pembelimu berasal dari pencarian di dalam aplikasi, website tidak akan mengubah apa pun dalam waktu dekat. Jujur saja pada dirimu di titik ini; hitungannya bisa dilakukan hari ini juga di kalkulator komisi di beranda.

Cara pindah tanpa kehilangan apa pun

  1. Jangan tutup lapaknya. Sungguh. Marketplace adalah mesin pencari pembeli yang tidak perlu kamu bayar di muka. Biarkan ia bekerja.
  2. Bangun website dengan produk yang sama. Harga boleh sama persis — yang kamu hemat adalah komisi, bukan margin pelanggan.
  3. Arahkan yang sudah mengenalmu ke website. Link di bio, di balasan DM, di kartu ucapan dalam paket. Mereka yang paling murah dipindahkan.
  4. Beri alasan untuk pindah. Bonus kecil, gratis ongkir di atas nominal tertentu, atau varian yang hanya ada di website. Sesuatu yang nyata, bukan imbauan.
  5. Kumpulkan nomor pembeli sejak transaksi pertama. Ini hal yang tidak bisa kamu lakukan di marketplace, dan alasan terkuat punya website sendiri. Setahun dari sekarang, daftar itu lebih berharga daripada situsnya.

Setelah setahun berjalan, kamu akan tahu porsi mana yang datang dari mana — dan baru saat itu keputusan menutup salah satunya punya dasar.

Satu hal yang benar-benar hilang

Kepercayaan bawaan. Pembeli baru percaya Shopee sebelum ia percaya kamu: ada rekening bersama, ada tombol komplain, ada riwayat rating. Website barumu tidak punya satu pun dari itu di hari pertama.

Ini bisa ditutup, tapi harus disengaja: nama dan alamat yang jelas di halaman, nomor WhatsApp yang benar-benar dibalas, foto produk asli, dan metode pembayaran yang dikenal orang seperti QRIS. Jangan berharap pengunjung pertama langsung transfer ke rekening yang tidak ia kenal.

Itu juga alasan langkah 1 bukan basa-basi. Selama reputasi websitemu masih dibangun, marketplace tetap menjadi tempat orang asing berani membeli pertama kali.