Lompat ke konten

Artikel

Apa yang terjadi kalau berhenti bayar langganan website?

· 6 menit baca · ditulis Fiqhro Dedhen Supatmo

Hampir tidak ada yang menanyakan ini sebelum membayar. Sebagian besar baru menanyakannya setahun kemudian, saat tagihan perpanjangan datang dan angkanya terasa berat — yaitu saat posisi tawarnya paling lemah.

Situsnya mati. Itu bagian yang semua orang sudah tahu.

Yang penting justru tiga hal yang tersisa sesudahnya, dan ketiganya bisa punya jawaban berbeda tergantung siapa yang kamu bayar:

  1. Domain — alamat tokomu. Terdaftar atas nama siapa?
  2. File situs — tema, gambar, tata letak.
  3. Database — produk, pesanan, dan data pelanggan. Ini yang paling berharga dan paling sering terlupa.

Domain: satu pertanyaan yang menentukan segalanya

Domain disewa tahunan dari registrar, dan setiap domain punya kontak terdaftar (registrant). Kalau yang tercatat namamu, domain itu milikmu: kamu bisa memindahkannya ke penyedia lain kapan saja, dan situs yang mati bisa hidup lagi di tempat baru dengan alamat yang sama.

Kalau yang tercatat nama vendor, kamu memakai alamat itu, bukan memilikinya. Pindah berarti mulai dari alamat baru — dan semua yang menempel pada alamat lama ikut hilang: peringkat Google, link yang pernah kamu sebar, QR di kemasan, tulisan di spanduk.

Cara mengeceknya lima detik, dan bisa kamu lakukan sekarang: buka layanan WHOIS mana pun, ketik domainmu, lihat baris registrant. Kalau tertulis nama vendormu dan bukan namamu, itu yang perlu dibereskan duluan — sebelum ada perselisihan, bukan sesudah.

File dan database: yang tidak pernah tertulis

Di sinilah celahnya. Banyak penyedia website berlangganan menjelaskan dengan rinci apa yang kamu dapat selama berlangganan, dan tidak menulis satu kalimat pun tentang apa yang kamu dapat kalau berhenti.

Itu bukan selalu itikad buruk. Sering kali memang tidak dipikirkan, atau secara teknis merepotkan karena banyak situs klien berbagi satu sistem. Tapi akibatnya sama saja bagimu: tidak dijanjikan berarti tidak bisa ditagih.

Perhatikan juga bedanya "datamu aman tersimpan" dengan "datamu diserahkan". Kalimat pertama menjanjikan mereka menyimpannya. Hanya yang kedua menjanjikan kamu bisa membawanya pergi.

Enam pertanyaan sebelum kamu bayar

Kirim ini apa adanya lewat chat, ke vendor mana pun yang sedang kamu pertimbangkan. Yang penting bukan cuma jawabannya — tapi apakah mereka menjawabnya tertulis, dan apakah menjawabnya membuat mereka gelisah.

  1. Domainnya didaftarkan atas nama siapa?
  2. Kalau saya berhenti berpanjangan, saya dapat file dan database-nya tidak?
  3. Dalam bentuk apa, dan berapa lama setelah saya minta?
  4. Ada biaya untuk itu?
  5. Kalau saya mau pindah ke hosting lain sementara masih berlangganan, boleh?
  6. Berapa harga perpanjangan tahun depan, dan bisa naik tidak?

Pertanyaan keenam sering paling banyak menghemat uang. Harga tahun pertama bisa harga promo; yang mengikatmu adalah harga tahun kedua dan seterusnya.

Kalau situsmu sudah jalan sekarang

Tidak perlu menunggu perselisihan untuk mengamankan posisi. Tiga hal ini bisa dikerjakan minggu ini:

  • Cek WHOIS domainmu. Lima detik, dan hasilnya menentukan sisanya.
  • Minta backup, sekarang, selagi hubungan baik. Sebuah file .zip berisi file situs dan satu file .sql berisi database. Simpan sendiri. Permintaan ini normal dan tidak perlu alasan.
  • Ekspor daftar pelanggan dan pesanan secara berkala. Kalau situsnya WooCommerce, ada menu ekspor bawaan. Daftar pembeli adalah satu-satunya bagian yang tidak bisa dibangun ulang.

Vendor yang sehat tidak akan keberatan dengan tiga hal ini. Kalau ada yang keberatan, kamu baru saja mendapat jawaban yang jauh lebih berguna daripada brosurnya.

Sikap kami sendiri, biar setara

Rasanya tidak adil menulis daftar pertanyaan tanpa menjawabnya sendiri. Jadi begini jawaban TokoNaik atas keenamnya: domain didaftarkan atas nama klien; kalau perpanjangan tidak dibayar, situsnya berhenti tayang tapi domain tetap atas nama klien dan seluruh file serta database diserahkan supaya bisa dipindah ke hosting mana pun; tanpa biaya tambahan; perpanjangan Rp 900.000/tahun dan angkanya tertulis di halaman harga.

Kami menulisnya di sini karena inilah yang membedakan aset dari sewa — dan karena janji yang enak diucapkan seharusnya bisa dicek. Kalau nanti kamu memilih vendor lain, tidak apa-apa. Tanyakan saja keenam pertanyaannya, dan minta jawabannya dalam bentuk tulisan.

Sebelum memutuskan, ada baiknya juga membaca rincian biaya bikin toko online — karena selisih antara sekali bayar dan berlangganan baru terlihat utuh kalau kedua pertanyaan ini dibaca bersamaan.