Lompat ke konten

Artikel

Cara terima pembayaran QRIS di website toko online

· 7 menit baca · ditulis Fiqhro Dedhen Supatmo

Pemilik warung memeriksa ponselnya di balik etalase dagangan

Stiker QRIS di meja kasir dan tombol "Bayar pakai QRIS" di checkout website kelihatannya sama. Pembelinya memindai kode yang sama rupanya, dari aplikasi yang sama. Tapi di belakang layar keduanya bekerja dengan cara yang jauh berbeda, dan bedanya terasa setiap kali ada pesanan masuk jam sebelas malam.

Cara 1: QRIS statis dari bank

Ini QRIS yang kamu dapat dari bank atau dompet digital saat mendaftar sebagai merchant: satu kode, dicetak, dipakai untuk semua transaksi. Pembeli memindai, mengetik sendiri nominalnya, lalu membayar.

Di toko fisik ini bekerja dengan baik karena kamu melihat pembelinya langsung. Di toko online, masalahnya muncul setelah pembayaran:

  • Nominal diketik pembeli. Salah ketik Rp 150.000 jadi Rp 15.000 itu terjadi, dan kamu baru tahu saat mengecek mutasi.
  • Pesanan tidak tahu sudah dibayar. Website tidak terhubung ke QRIS itu, jadi status pesanan tetap "menunggu" sampai kamu mencocokkannya sendiri, satu per satu.
  • Pembeli mengirim bukti transfer lewat chat. Artinya kamu kembali ke pekerjaan yang ingin kamu tinggalkan saat membuat website.

Untuk lima pesanan seminggu, semua itu masih bisa ditangani. Untuk lima pesanan sehari, mencocokkan mutasi jadi pekerjaan tersendiri.

Cara 2: QRIS dinamis lewat payment gateway

Payment gateway (misalnya Midtrans, Xendit, DOKU) membuat kode QRIS baru untuk setiap pesanan, dengan nominal yang sudah terkunci. Begitu pembeli membayar, server gateway memberi tahu website-mu, dan status pesanan berubah jadi "dibayar" tanpa ada yang menyentuhnya. Email konfirmasi terkirim ke pembeli, notifikasi pesanan masuk ke kamu.

Gateway yang sama biasanya sekaligus membuka transfer bank lewat virtual account, dompet digital, dan kartu. Satu pendaftaran, beberapa cara bayar.

Berapa potongannya?

Potongan QRIS disebut MDR (merchant discount rate). Besarnya diatur Bank Indonesia, ditanggung penjual, dan tidak boleh dibebankan ke pembeli. Per September 2026:

JenisPotonganCatatan
QRIS usaha mikro, transaksi ≤ Rp 500.0000%Skema BI sejak 15 Maret 2025
QRIS usaha mikro, transaksi > Rp 500.0000,3%Kategori usaha ditentukan saat mendaftar
QRIS usaha kecil, menengah, besar0,7%Tarif reguler
QRIS lewat Midtrans0,7%Tarif merchant reguler di dokumentasi mereka
Virtual account lewat MidtransRp 4.000Per transaksi, belum termasuk PPN

Hitungan kasarnya: pesanan Rp 200.000 lewat QRIS gateway terpotong Rp 1.400. Sebagai pembanding, komisi marketplace untuk pesanan yang sama pada tarif 5–12% adalah Rp 10.000 sampai Rp 24.000. Tarif gateway bisa berubah, jadi baca halaman harga mereka sebelum mendaftar; yang di atas adalah angka saat artikel ini ditulis.

Tarif 0% dan 0,3% untuk usaha mikro berlaku pada QRIS yang kamu daftarkan sebagai usaha mikro. Lewat payment gateway, dokumentasi yang kami baca hanya menyebut tarif reguler 0,7%; kalau usahamu tergolong mikro, tanyakan langsung ke gateway-nya sebelum mengira dapat tarif yang lebih rendah.

Yang harus dicek sebelum mendaftar: rekening siapa?

Ini bagian yang paling sering terlewat saat website dibuatkan orang lain. Ada dua kemungkinan:

  1. Akun gateway atas namamu. Uang pembeli masuk ke saldo gateway atas namamu, lalu dicairkan ke rekeningmu. Tidak ada pihak ketiga di tengah.
  2. Akun gateway atas nama pembuat website atau platform. Uang pembeli singgah dulu di rekening mereka, lalu diteruskan ke kamu dengan jadwal mereka. Kalau hubungan kalian selesai, atau mereka terlambat meneruskan, uangmu ikut tertahan.

Pilihan pertama sedikit lebih repot di awal, karena kamu yang mendaftar dan mengunggah dokumen sendiri. Tapi itu satu-satunya susunan yang membuat penjualanmu benar-benar milikmu. Tanyakan terang-terangan: akun pembayarannya atas nama siapa, dan uang pembeli mampir ke rekening siapa dulu?

Syarat mendaftar payment gateway

Untuk perorangan, yang umum diminta: KTP, NPWP (sebagian gateway), rekening bank atas nama yang sama dengan KTP, dan website atau toko yang sudah bisa dilihat, lengkap dengan produk, harga, dan kontak. Badan usaha diminta dokumen tambahan seperti NIB dan akta. Proses verifikasinya bervariasi dari beberapa hari sampai beberapa minggu, jadi mulai mendaftar sebelum website diluncurkan, bukan sesudahnya.

Satu hal teknis yang perlu diketahui kalau websitemu WordPress + WooCommerce: plugin resmi Midtrans untuk WooCommerce saat ini bekerja di halaman checkout klasik, bukan checkout blok yang jadi bawaan WooCommerce versi baru. Kalau metode pembayarannya tidak muncul setelah plugin dipasang, itu penyebabnya yang paling mungkin.

Jadi pilih yang mana?

  • Pesanan masih sedikit dan kebanyakan lewat chat: QRIS statis dari bank sudah cukup. Gratis, dan tidak butuh website sama sekali.
  • Pesanan mulai rutin dan kamu lelah mencocokkan mutasi: QRIS dinamis lewat payment gateway, dengan akun atas namamu sendiri.

Kalau masih menimbang perlu website atau belum, baca juga jualan di Instagram dan WhatsApp saja, cukup nggak?